fbpx

Apakah Indonesia mampu menjadi nomer 1 dalam penguasaan bahasa Inggris, di ASEAN?

Pernah suatu hari di sebuah seminar, saya menunjukkan
data dari EPI (English Proficiency Index) bahwa Indonesia berada di urutan ke 3 dalam penguasaan bahasa Inggris di ASEAN. berada di bawah Singapura dan Malaysia. (Jakarta Post Februari 2015)

.
.
.
.
.
.
.
.
Setelah memberikan data tsb, seketika saya tanyakan kepada seluruh peserta, “seberapa yakin teman-teman Indonesia mampu menjadi nomer 1 dalam penguasaan bahasa Inggris, setidaknya di ASEAN?
.
.
.
Jawaban yang cukup menggembirakan ketika 50% lebih peserta seminar menjawab “sangat yakin” dengan suara lantang.

.
.
.
Menyusul antusiasme yang ditunjukkan peserta, saya berikan pertanyaan berikutnya : “siapa disini yang ngerasa bisa bahasa Inggris?”

Kali ini responnya berbeda, berbanding terbalik dengan pertanyaan sebelumnya. Ruangan berisikan kurang lebih 500 peserta pun sempat hening.
.
.
.

bisa lho, bukan jago, ya minimal ga gemeteran pas disamperin bule yang nanya-nanya pake bahasa Inggris

.
.
.
.
Sembari diselingi tawa, satu per satu peserta diruangan mulai mengangkat tangannya. Yang setelah dihitung, mungkin hanya 8-10 peserta yang berani menyatakan kemampuannya berbahasa Inggris (mudah-mudahan yang gak angkat tangan karena ga mau sombong, mudah-mudahan hehehe).
.
.
.
.
Sebetulnya, inilah intinya,

Bahwa sejauh yang saya amati,
kemampuan berbahasa itu menular,
Seorang anak yang menyukai bahasa asing, bisa jadi karena ayahnya sering mengajak dan mengajarkan bahasa asing kepada anaknya.

.
.
.
.
.
.
Ada kemungkinan bahasa inggrisnya Azka Corbuzier tidak akan sejago saat ini, jika bapak nya juga tidak jago bahasa Inggris. (bisa dicek di channel Youtube nya, untuk bocah kemaren sore, his English is perfect!)
.
.
.
.
.
Pun ini terjadi pada saya, tak jarang saya dan adik/saudara-saudara saya berbicara bahasa Inggris dirumah.
Percakapan kami sering didengar oleh ibu yang juga tidak mau kalah untuk juga berbahasa Inggris dirumah. Belum lagi teman dan tetangga yang juga sering iseng-iseng ngajak Conversation in English sambil membuka ajakan dengan bilang “please correct me if I’m wrong”. Ini menarik, 1 orang yang bisa berbahasa Inggris mampu menularkan kepada orang-orang sekitarnya.

Bisa dibayangkan, jika di dalam ruangan seminar ada 500 orang peserta, dan semuanya mampu berbahasa Inggris dengan baik, lalu menularkan kepada 5 saja keluarga/temannya, lalu 5 orang tersebut menularkan kepada 5 orang yang lain, dan seterusnya. Maka kemampuan berbahasa Inggris kita secara menyeluruh akan meningkat.
Dan soal kemampuan Indonesia menyelinap menjadi negara dengan penguasaan bahasa Inggris terbaik di ASEAN, rasa-rasanya ini sangatlah terbuka.
.
.
.
.
.
Saya yakin betul tidak ada yang memungkiri lagi urgensi dalam menguasai bahasa Inggris. Hanya karena penundaan dan keengganan bergerak maju sajalah yang masih menutupi keinginan besar kita menguasai bahasa Inggris.
Apalagi masuk 2016, memasuki periode MEA. Persaingan di pasar tenaga kerja nampaknya akan sulit dibendung. Masih hangat rasanya postingan pak @subiakto tentang keinginannya merekrut PRT dari Philippines, selain dikenal punya attitude ethos OK, beliau juga bisa sekalian melatih kemampuan bahasa Inggrisnya. ada ada saja. hehehe
.
.
.
Pernah juga beberapa waktu lalu, ketika berkunjung ke taman suropati, jumpa seorang motivator terkenal yang juga penulis buku-buku best seller, tadinya mau menghampiri beliau untuk sekedar berfoto. Namun belum juga sempat berkata, saya diberitahu oleh seorang teman “Nanti aja, mereka sedang belajar bahasa Inggris
Sempat saya tanyakan “beliaukah gurunya?” teman saya bilang “beliau pesertanya, gurunya yang itu” sambil menunjuk ke pria dengan kisaran usia 30 tahun.
Atau jika teman-teman berkunjung ke tempat kami bekerja @Golden English pada Sabtu/Minggu pagi, maka sebagian besar peserta kursus yang teman-teman temui adalah bapak-bapak/ibu-ibu 35 tahun keatas.
Tidak ada malu, gengsi atau semacamnya. Karena memang begitulah desakannya.
.
.
.
.
.
.
.
Apa harus menunggu terdesak keadaan baru action?
Ada yang bilang sebetulnya peluang sukses itu bertebaran di depan kita, hanya saja soal kesiapan dan kesigapan kita. Ada peluang tanpa kesiapan, percuma.
.
.
.
.

Banyak diceritakan oleh dosen-dosen saya, bahwa SDM kita punya banyak potensi-potensi hebat. Misal researcher, pebisnis, animator, akademisi dan masih banyak lagi potensi-potensi hebat lainnya. Yang sayangnya, sebagian dari mereka gagal berkolaborasi dengan potensi-potensi hebat dari Negara lain. Yang lebih miris, hanya karena keterbatasan bahasa.
.
.
.
.
.

Sudah tidak ada lagi alasan sebetulnya,
Jika alasannya karena terbatasnya waktu, tidak sedikit yang menawarkan kursus online dengan waktu pertemuan fleksibel.
JIka tidak cocok dengan system online, tapi tetap ingin efisien soal jarak dan waktu, banyak pula yang menawarkan kursus private, biar guru yang ke rumah.
jika alasannya biaya, pun tidak sedikit yang menawarkan kursus berkualitas dengan biaya relatif terjangkau. Karena pesatnya era perkembangan informasi, kebutuhan akan bahasa semakin tak terelakkan. menjadikan persaingan lembaga penyedia pelatihan bahasa semakin berwarna. Layaknya persaingan smartphone di jaman digital ini.

.
.
.
.
.
Atau jika Anda memang tidak ingin sama sekali mengeluarkan biaya dan tidak ingin terikat waktu,
Ada banyak media belajar bahasa inggris di internet. Tidak sedikit korbannya, banyak teman saya yang “gila internet” tau-tau jago bahasa Inggrisnya.
JIka alasannya karena Anda anggap bahasa Inggris sulit, hmmm perlu saya sampaikan bahwa metode pembelajaran bahasa semakin berkembang. Metode lama tersingkirkan sudah, berganti dengan metode modern yang asik namun tetap efektif. Anda tidak percaya? banyak lembaga bahasa yang menyediakan layanan FREE TRIAL, Anda boleh coba dulu tanpa mengeluarkan biaya apapun. biasanya saat FREE Trial pihak lembaga akan mempersiapkan metode terbaru dan terbaiknya agar si calon student jadi bergabung. Disini, Anda akan lihat perkembangan system dan metode belajar yang biasanya tidak ditemui di sekolah ataupun lembaga bahasa 5-10 tahun yg lalu.
.
.
.
.
.
.
Yang perlu Anda lakukan saat ini hanyalah berhenti melakukan penundaan, segera meyakinkan diri bahwa kemampuan berbahasa adalah komponen penting bagi sebaik-baiknya karir.
Tularkan kemampuan ini kepada orang-orang terdekat.
Sudah saatnya skill berbahasa Inggris menjadi milik kita (bersama).
Sudah saatnya para guru, researcher, dokter, animator dan professional lain dari negara kita go Internasional.
A different language is a different vision of life.

.
.
.
.
” Don’t ever stop learning, because life will never stop teaching “
Aldo Rinaldy.
aldorinaldy.com
Golden English