fbpx

Ayo…ayo… gali lagi pengetahuan kallian!!

Sejarah bahasa Inggris bermula dari lahirnya bahasa Inggis di pulau Britania kurang lebih 1.500 tahun yang lalu. Bahasa Inggris adalah sebuah bahasa Jermanik Barat yang berasal dari dialek-dialek Anglo-Frisian yang dibawa ke pulau Britania oleh para imigran Jermanik dari beberapa bagian daerah barat laut yang sekarang disebut Belanda dan Jerman. Pada awalnya, bahasa Inggris Kuno adalah sekelompok dialek yang mencerminkan asal-usul beragam kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon di Inggris. Salah satu dialek ini, Saxon Barat akhirnya yang mendominasi. Lalu bahasa Inggris Kuno yang asli kemudian dipengaruhi oleh dua gelombang penguasa.
Gelombang penguasa pertama adalah penguasa para penutur bahasa dari cabang Skandinavia keluarga bahasa Jerman. Mereka menaklukkan dan menghuni beberapa bagian Britania pada abad ke-8 dan ke-9.
Lalu gelombang penguasa kedua adalah

suku Norman pada abad ke-11 yang bertuturkan sebuah dialek bahasa Perancis. Kedua penguasa ini mengakibatkan bahasa Inggris “bercampur” sampai kadar tertentu (meskipun tidak pernah menjadi sebuah bahasa campuran secara harfiah).
Hidup bersama dengan anggota suku bangsa Skandinavia akhirnya menciptakan penyederhanaan (simplifikasi) tata bahasa dan pengkayaan inti Anglo-Inggris dari bahasa Inggris.
Perkembangan Bahasa Inggris

Bahasa Inggris Purba (Bahasa Inggris Proto)
Suku-suku bangsa Jermanik yang mempelopori bahasa Inggris (suku Anglia, Saxon, Frisia Jute dan Frank). Mereka berdagang dan berperang dengan rakyat Kekaisaran Romawi. Mereka menggunakan bahasa Latin dalam proses penguasaan bangsa Jermanik ke Eropa dari timur. Dengan itu banyak kata-kata Latin yang masuk kosa kata bangsa-bangsa Jermanik ini sebelum mereka mencapai pulau Britania.
Contohnya antara lain adalah :
camp (kamp)
cheese (keju)
cook (memasak)
dragon (naga)
fork (garpu)
giant (raksasa)
gem (permata)
inch (inci)
kettle (ketel)
kitchen (dapur)
mile (mil)
noon (siang)
oil (oli/minyak)
pillow (bantal)
table (meja)
Bangsa Romawi juga memberi bahasa Inggris dengan beberapa kata yang mereka sendiri pinjam dari bahasa-bahasa lain seperti kata :
anchor (jangkar)
butter (mentega)
cat (kucing)
chest (dada)
devil (iblis)
dish (piring)
sack (saku)
Menurut Anglo-Saxon Chronicle , sekitar tahun 449, Vortigem, Raja Kepulauan Britania, mengundang “Angle kin” (Suku Anglia yang dipimpin oleh Hengest dan Horsa) untuk menolongnya dalam penengahan konflik dengan suku Pict. Sebagai balasannya, suku Angles diberi tanah di sebelah tenggara Inggris. Pertolongan selanjutnya dibutuhkan dan sebagai reaksi “datanglah orangorang dari Ald Seaxum dari Anglum dari Iotum” (bangsa Saxon, suku Anglia, dan suku Jute). Chronicleini membicarakan masuknya banyak imigran atau pendatang yang akhirnya mendirikan tujuh kerajaan yang disebut dengan istilah heptarchy. Para pakar modern berpendapat bahwa sebagian besar cerita ini merupakan legenda dan memiliki motif politik. Selain itu identifikasi para pendatang di Inggris dengan suku Angle, Saxon, dan Jute tidak diterima lagi dewasa ini (Myres, 1986, p. 46 dst.), terutama setelah diterima bahwa bahasa Anglo-Saxon ternyata lebih mirip dengan bahasa Frisia daripada bahasa salah satu suku bangsa yang disebut di atas ini.
Bahasa Inggris Kuno
Para pendatang yang menguasai pulau Britania mendominasi penduduk setempat yang menggunakan bahasa Keltik. Bahasa Keltik akhirnya bisa dikembangkan di Skotlandia, Wales dan Cornwall. Dialek-dialek yang digunakan oleh para pendatang yang menguasai Britania pada zaman sekarang disebut dengan nama bahasa Inggris Kuno, dan akhirnya dikenal menjadi bahasa AngloSaxon. Kemudian hari, bahasa ini dipengaruhi bahasa Jermanik Utara; bahasa Norwegia Kuno yang digunkankan oleh kaum Viking yang menguasai dan akhirnya bermukim di sebelah timur laut Inggris. Para pendatang yang bermukim lebih awal menuturkan bahasa-bahasa Jermanik dari cabang yang berbeda. Banyak dari akar kosakata mereka memang sama atau mirip, meski tata bahasanya agak lebih berbeda termasuk prefiks (awalan), sufiks (akhiran), dan hukum infleksi (takrifan) dari banyak kata-kata. Bahasa Jermanik dari orangorang Britania yang berbahasa Inggris Kuno ini, terpengaruhi kontak denNorwegia yang menginvasi Britania. Hal ini kemungkinan besar merupakan alasan daripada penyederhanaan morfologis bahasa Inggris Kuno, termasuk hilangnya jenis kelamin kata benda dan kasus (kecuali pronominal). Karya sastra ternama yang masih lestari dari masa Inggris Kuno ini adalah sebuah fragmen wiracarita “Beowulf”. Penulisnya tidak diketahui, dan karya ini sudah dimodifikasi secara besar oleh para rohaniwan Kristen, lama setelah digubah.Kemudian pengenalan agama Kristen di Britania menambah sebuah gelombang baru yang membawa banyak kata-kata pinjaman dari bahasa Latin dan bahasa Yunani. Selain itu, ada yang berpendapat bahwa pengaruh bahasa Norwegia berlangsung sampai pada Abad Pertengahan awal. Masa Inggris Kuno secara resmi berakhir dengan Penaklukan Norman, ketika bahasa Inggris secara drastis dipengaruhi bahasa kaum Norman ini yang disebut bahasa Norman dan merupakan sebuah dialek bahasa Perancis. Penggunaan istilah Anglo-Saxon untuk menggambarkankan pembauran antara bahasa serta budaya Anglia dan Saxon merupakan sebuah perkembangan modern.
 Link berita