Belajar bahasa Inggris nggak harus selalu duduk manis di depan buku atau layar gadget. Board games bisa jadi cara yang jauh lebih seru buat ngajarin si kecil vocabulary, spelling, bahkan speaking, tanpa mereka sadar sedang belajar.

Mimin sudah kumpulkan 10 board games bahasa Inggris untuk anak yang cocok dimainkan bareng keluarga di rumah, Goldeners.

1. Scrabble Junior

Scrabble Junior adalah versi anak-anak dari permainan Scrabble klasik yang sudah terkenal di seluruh dunia. Game ini dirancang khusus untuk anak usia 5-8 tahun dengan papan dua sisi, satu sisi untuk pemula dan satu sisi untuk yang sudah lebih mahir.

Cara mainnya sederhana. Anak-anak menyusun huruf menjadi kata-kata bahasa Inggris di atas papan permainan. Di sisi pemula, sudah ada kata-kata yang tercetak di papan sehingga anak tinggal mencocokkan hurufnya. Ini sangat membantu untuk mengenalkan spelling dan vocabulary dasar.

Nah, yang bikin Scrabble Junior bagus banget buat belajar, anak jadi terbiasa melihat dan menyusun kata-kata bahasa Inggris secara berulang. Repetisi semacam ini terbukti efektif untuk memperkuat memori kosakata anak.

2. Boggle Junior

Boggle Junior cocok banget untuk anak yang baru pertama kali belajar bahasa Inggris, terutama usia 4-7 tahun. Game ini fokus pada pengenalan huruf dan mencocokkan huruf dengan gambar.

Setiap kartu bergambar dilengkapi dengan kata bahasa Inggris di bawahnya. Anak diminta mencocokkan huruf-huruf pada dadu dengan kata yang tertera di kartu. Simpelnya, ini seperti bermain puzzle huruf yang bikin anak kenal alfabet dan kosakata dasar secara bersamaan.

Mimin suka merekomendasikan game ini karena tingkat kesulitannya bisa disesuaikan. Untuk anak yang masih belajar, mulai dari kata 3 huruf dulu. Kalau sudah lancar, naik ke kata 4-5 huruf.

3. Zingo

Zingo sering disebut sebagai “Bingo on steroids” karena temponya yang cepat dan bikin anak-anak excited. Game ini diproduksi oleh ThinkFun dan sudah memenangkan banyak penghargaan sebagai permainan edukatif terbaik.

Cara mainnya mirip Bingo tradisional, tapi pakai alat khusus bernama Zinger yang mengeluarkan dua tile sekaligus. Setiap tile berisi gambar dan kata bahasa Inggris. Anak harus cepat-cepat mencocokkan tile dengan kartu mereka sambil menyebutkan kata tersebut dalam bahasa Inggris.

Yang menarik dari Zingo, anak secara nggak sadar melatih reading speed dan word recognition mereka. Karena harus cepat membaca dan mengenali kata, otak mereka terlatih untuk memproses bahasa Inggris dengan lebih efisien.

4. Hedbanz

Hedbanz adalah board game tebak-tebakan yang sangat bagus untuk melatih speaking skill anak. Setiap pemain memasang kartu bergambar di dahi mereka tanpa melihat gambarnya, lalu harus bertanya ke pemain lain untuk menebak apa yang ada di kartu tersebut.

Semua pertanyaan dan jawaban wajib diucapkan dalam bahasa Inggris. Misalnya, “Am I an animal?”, “Can I fly?”, atau “Am I something you eat?”. Anak jadi terbiasa menyusun kalimat tanya dan menjawab dalam bahasa Inggris secara spontan.

Mimin rekomendasikan Hedbanz untuk anak usia 7 tahun ke atas yang sudah punya dasar vocabulary. Game ini luar biasa efektif buat membangun speaking confidence karena anak dipaksa berbicara, tapi dalam konteks yang menyenangkan, jadi mereka nggak merasa tertekan.

5. Scattergories Junior

Scattergories Junior melatih anak untuk berpikir cepat dan mengingat kosakata bahasa Inggris berdasarkan kategori tertentu. Misalnya, kalau kategorinya “Animals” dan hurufnya “C”, anak harus menyebutkan hewan yang dimulai dengan huruf C seperti “cat”, “cow”, atau “crocodile”.

Game ini sangat bagus untuk memperluas vocabulary anak secara tematik. Mereka nggak cuma menghafal kata secara acak, tapi belajar mengelompokkan kosakata berdasarkan kategori, yang merupakan cara kerja otak dalam menyimpan informasi.

Cocok untuk anak usia 8-12 tahun dan bisa dimainkan 2-4 pemain. Semakin sering dimainkan, kamu bakal kaget betapa cepatnya kosakata bahasa Inggris anak bertambah.

6. Apples to Apples Junior

Apples to Apples Junior mengajarkan anak tentang kata sifat atau adjective dalam bahasa Inggris dengan cara yang kreatif dan penuh tawa. Setiap pemain punya kartu berisi kata benda, dan mereka harus memilih kartu yang paling cocok dengan kata sifat yang sedang dimainkan.

Contohnya, kalau kata sifatnya “scary”, anak bisa memilih kartu “spider”, “thunder”, atau “dark forest”. Proses memilih ini melatih anak memahami makna adjective dan menghubungkannya dengan konteks yang tepat.

Yang seru dari game ini, kadang jawaban anak-anak bisa sangat kreatif dan nggak terduga. Ini justru bagus karena menunjukkan mereka sedang berpikir aktif tentang hubungan antar kata dalam bahasa Inggris.

7. BananAgrams

BananAgrams mirip Scrabble tapi tanpa papan dan tanpa sistem poin. Setiap pemain menyusun huruf-huruf menjadi kata-kata bahasa Inggris yang saling terhubung seperti crossword puzzle. Pemain pertama yang berhasil menghabiskan semua hurufnya jadi pemenang.

Kelebihan BananAgrams dibanding Scrabble, temponya lebih cepat dan nggak perlu menunggu giliran. Semua pemain menyusun kata secara bersamaan, jadi nggak ada waktu yang terbuang. Anak-anak yang gampang bosan biasanya lebih suka game ini.

Oh iya, BananAgrams juga praktis banget karena dikemas dalam kantong kecil berbentuk pisang. Bisa dibawa ke mana-mana. cocok buat dimainkan saat liburan atau di perjalanan.

8. Pictionary Junior

Pictionary Junior menggabungkan kemampuan menggambar dengan vocabulary bahasa Inggris. Satu pemain menggambar kata yang tertera di kartu, sementara pemain lain harus menebak kata tersebut dalam bahasa Inggris.

Game ini melatih dua skill sekaligus, visual thinking dan English vocabulary. Anak yang menggambar harus memahami arti kata untuk bisa menggambarkannya, sedangkan anak yang menebak harus punya kosakata yang cukup untuk menyebutkan jawabannya.

Pictionary Junior cocok untuk anak usia 6-12 tahun dan paling seru dimainkan dalam kelompok besar. Semakin banyak pemain, semakin ramai dan semakin banyak vocabulary yang dipraktikkan.

9. Guess Who?

Guess Who? adalah board game klasik yang mengajarkan anak cara mendeskripsikan orang dalam bahasa Inggris. Setiap pemain punya satu kartu karakter misterius, dan lawan harus menebak karakter tersebut dengan mengajukan pertanyaan yes/no.

Pertanyaan seperti “Does your person have brown hair?”, “Is your person wearing glasses?”, atau “Does your person have a beard?” melatih anak menggunakan kalimat deskriptif dan vocabulary tentang penampilan fisik. Ini skill yang sangat berguna untuk conversation sehari-hari.

Mimin suka game ini karena anak belajar grammar secara natural tanpa harus menghafal rumus. Mereka terbiasa pakai “does”, “is”, dan “have” dalam konteks yang benar. cuma karena sering menggunakannya saat bermain.

10. Spot It! (Dobble)

Spot It! atau yang dikenal juga sebagai Dobble adalah card game yang menguji kecepatan dan ketajaman mata. Setiap kartu berisi beberapa gambar, dan dua kartu yang dibandingkan selalu punya tepat satu gambar yang sama. Pemain harus menemukan gambar yang cocok dan menyebutkan namanya dalam bahasa Inggris.

Game ini sangat cepat dan bikin anak-anak ketagihan. Tanpa sadar, mereka mengulang-ulang kosakata bahasa Inggris puluhan kali dalam satu sesi permainan. Repetisi inilah yang bikin vocabulary menempel kuat di memori mereka.

Spot It! cocok untuk semua usia mulai dari 4 tahun ke atas. Ada berbagai versi tematik juga, seperti Spot It! Animals, Spot It! Camping, dan lainnya, jadi kamu bisa pilih sesuai minat si kecil.

Penutup

Itulah 10 board games bahasa Inggris untuk anak yang bisa bikin belajar jadi jauh lebih menyenangkan. Dari Scrabble Junior untuk spelling, Hedbanz untuk speaking, sampai Spot It! untuk vocabulary, semuanya punya cara unik masing-masing untuk membantu si kecil makin jago bahasa Inggris. Yang penting, konsisten mainkan secara rutin supaya hasilnya terasa, Goldeners.

Nah, kalau kamu merasa si kecil butuh bimbingan yang lebih terstruktur supaya kemampuan bahasa Inggrisnya berkembang lebih optimal, mimin sarankan untuk coba daftarkan ke program kursus bahasa Inggris anak di Golden Course.

Di sana ada metode fun learning yang prinsipnya sama seperti board games, belajar sambil bermain, tapi dengan kurikulum terstruktur dan dibimbing langsung oleh pengajar native speaker.