Menulis descriptive text masih jadi tantangan buat banyak Goldeners, baik pelajar, mahasiswa, sampai profesional. Masalahnya bukan karena kosakata kurang saja, tapi sering kali karena tidak tahu struktur dan cara menyusunnya dengan benar.
Padahal, descriptive text sering muncul di tugas sekolah, tes Bahasa Inggris, bahkan materi IELTS dan Business English.
Di artikel ini, mimin bakal ngobrol santai bareng kamu soal cara menulis descriptive text yang baik dan benar, lengkap dengan contoh pola berpikir, kesalahan umum, dan tips praktis yang benar-benar kepakai.
Apa Itu Descriptive Text?
Descriptive text adalah jenis teks dalam bahasa Inggris yang bertujuan untuk menjelaskan atau menggambarkan orang, tempat, benda, atau hewan secara spesifik dan mendetail.
Tujuannya sangat sederhana, yaitu memberikan gambaran visual kepada pembaca seolah-olah mereka bisa melihat, mendengar, mencium, atau merasakan objek yang sedang dibahas. Berbeda dengan report text yang bersifat umum dan ilmiah, descriptive text ini jauh lebih personal dan spesifik. Misalnya, kalau report text membahas “Kucing” secara umum sebagai spesies, descriptive text akan membahas “Kucingku si Belang” dengan segala keunikannya.
Seringkali kita meremehkan jenis teks ini karena dianggap pelajaran dasar sekolah. Padahal, kemampuan mendeskripsikan sesuatu dengan jelas sangat terpakai di dunia kerja profesional.
Bayangkan saat kamu harus menjelaskan fitur produk ke klien asing atau mendeskripsikan kondisi pasar dalam laporan bulanan. Tanpa kemampuan deskripsi yang baik, komunikasi bisnis bisa jadi hambar dan kurang informatif.
Tujuan Menulis Descriptive Text
Tujuan utama descriptive text adalah membantu pembaca membayangkan objek yang dideskripsikan seolah-olah mereka melihatnya langsung. Bukan sekadar memberi informasi, tapi menciptakan gambaran yang hidup.
Dalam konteks akademik dan profesional, descriptive text juga dinilai dari ketepatan detail dan pilihan kata. Di IELTS Writing Task 1 misalnya, kemampuan mendeskripsikan data dan visual sangat penting.
Di dunia kerja, deskripsi produk atau lingkungan kerja yang jelas bikin komunikasi lebih efektif, walau kadang ditulisnya masih agak kaku dan perlu diperbaiki.
Struktur Descriptive Text yang Benar
Struktur descriptive text terdiri dari dua bagian utama, yaitu identification dan description. Struktur ini sederhana, tapi sering salah diterapkan.
Identification
- Berisi pengenalan singkat tentang objek yang akan dideskripsikan
- Menjawab pertanyaan “apa” atau “siapa”
- Biasanya hanya satu paragraf pendek
Description
- Berisi penjelasan detail tentang ciri fisik, sifat, fungsi, atau kesan
- Bisa terdiri dari beberapa paragraf
- Fokus pada detail, bukan cerita
Banyak tulisan gagal karena identification terlalu panjang, padahal bagian terpenting justru ada di description. Ini sering kejadian, dan mimin juga pernah bikin kesalahan yang sama dulu.
Ciri-Ciri Descriptive Text yang Baik
Descriptive text yang baik memiliki fokus jelas, detail spesifik, dan konsisten menggunakan satu sudut pandang. Bukan asal panjang atau penuh kata sifat.
Beberapa ciri penting yang perlu kamu perhatikan:
1. Fokus hanya pada satu objek
2. Menggunakan kata sifat (adjective) secara relevan
3. Menggunakan Simple Present Tense
4. Tidak berubah-ubah topik di tengah paragraf
Kalau kamu sering merasa tulisanmu kok kayak kurang hidup, biasanya masalahnya ada di detail yang terlalu umum. Misalnya cuma menulis “beautiful” atau “nice” tanpa penjelasan lanjutan.
Langkah-Langkah Menulis Descriptive Text yang Benar
Langkah praktis menulisnya dimulai dari menentukan topik spesifik, melakukan brainstorming ide, membuat kerangka (outline), hingga proses drafting dan editing.
Pertama, tentukan topik yang spesifik. Jangan mengambil topik yang terlalu luas seperti. Topik yang spesifik memudahkan kamu untuk menggali detail yang mendalam.
Kedua, lakukan brainstorming atau mind mapping. Tuliskan semua kata sifat, fakta, dan perasaan yang muncul ketika memikirkan topik tersebut. Jangan pedulikan tata bahasa dulu di tahap ini, yang penting idenya keluar semua.
Ketiga, buat kerangka tulisan berdasarkan struktur Identification dan Description. Tentukan apa yang akan ditulis di paragraf pertama, kedua, dan seterusnya. Kerangka ini akan menjadi peta agar tulisanmu tidak melantur kemana-mana.
Fitur Kebahasaan dalam Descriptive Text
Fitur kebahasaan atau language features yang wajib ada meliputi penggunaan Simple Present Tense, Adjectives (kata sifat), dan Relating Verbs.
Memahami fitur kebahasaan adalah fondasi agar tulisanmu tidak hanya indah tapi juga grammatically correct. Banyak pemula terjebak menggunakan past tense padahal objeknya masih ada sekarang, atau minim penggunaan kata sifat sehingga tulisan terasa kering.
Mari kita bedah satu per satu elemen kebahasaan ini agar tulisan Goldeners makin pro.
1. Penggunaan Simple Present Tense
Simple Present Tense digunakan karena descriptive text menjelaskan fakta, kebenaran umum, atau kebiasaan dari objek yang dideskripsikan. Karena objek tersebut (biasanya) masih eksis saat ini, maka tenses inilah yang paling relevan.
Kebenaran Fakta: Gunakan verb 1 atau to be (is, am, are) untuk menyatakan fakta. Contoh: Borobudur Temple is located in Magelang.
Kebiasaan: Jika mendeskripsikan makhluk hidup, gunakan tenses ini untuk habit. Contoh: My dog always sleeps on the sofa.
Konsistensi: Pastikan tenses konsisten dari awal hingga akhir, kecuali jika kamu menyisipkan sejarah masa lalu objek tersebut (baru boleh pakai past tense sedikit).
2. Kata Sifat (Adjectives)
Adjective adalah nyawa dari descriptive text; tanpa kata sifat, tulisanmu hanya akan menjadi sekumpulan fakta membosankan. Kata sifat memberikan warna, tekstur, dan rasa pada kalimat.
- Physical Appearance: Gunakan kata-kata yang menggambarkan fisik seperti tall, tiny, massive, colorful, ancient.
- Personality/Quality: Untuk orang atau suasana, gunakan kata seperti friendly, cheerful, gloomy, serene, majestic.
- Sensory Details: Libatkan panca indera. Contoh: The pungent smell of durian (penciuman), The rough texture of the wall (peraba).
- Specific Order: Ingat aturan urutan kata sifat (OSASCOMP) jika menggunakan lebih dari satu kata sifat sebelum kata benda.
3. Relating Verbs dan Action Verbs
Penggunaan kata kerja dalam descriptive text dibagi menjadi dua jenis utama yang memiliki fungsi berbeda namun saling melengkapi.
- Relating Verbs: Kata kerja yang menghubungkan subjek dengan penjelasannya (biasanya berupa kata sifat atau kata benda). Contoh yang sering dipakai adalah is, are, has, have, seem, look, appear. Kalimat She looks happy menggunakan looks sebagai relating verb.
- Action Verbs: Kata kerja yang menunjukkan tindakan fisik yang bisa dilihat. Ini penting terutama saat mendeskripsikan perilaku hewan atau orang. Contoh: run, eat, sleep, walk, study.
- Mental Verbs: Terkadang digunakan untuk mendeskripsikan perasaan, seperti feel, think, love. Contoh: Tourists love this place.
Kesalahan Umum dalam Menulis Descriptive Text
Kesalahan yang sering terjadi biasanya meliputi ketidakkonsistenan tenses, minimnya variasi kosakata (vocabulary), dan deskripsi yang terlalu objektif atau kaku.
Salah satu masalah adalah Subject-Verb Agreement. Seringkali penulis lupa menambahkan akhiran “-s/es” pada kata kerja saat subjeknya tunggal (She run seharusnya She runs). Kesalahan ini terlihat sepele tapi sangat mengganggu bagi native speaker atau penguji tes bahasa Inggris.
Kesalahan lainnya adalah pengulangan kata sifat yang itu-itu saja. Misalnya terus-menerus menggunakan kata beautiful atau good. Padahal, bahasa Inggris punya ribuan sinonim
Terakhir, Hindari struktur kalimat yang monoton seperti ini. Variasikan panjang kalimat dan gabungkan beberapa ide menjadi satu kalimat yang mengalir (compound/complex sentences).
Tingkatkan Writing Skill dengan Pendampingan yang Tepat
Mengetahui cara menulis descriptive text yang baik dan benar itu penting, tapi praktik dengan bimbingan yang tepat jauh lebih efektif. Apalagi kalau kamu pekerja sibuk yang butuh hasil nyata tanpa buang waktu.
Kalau kamu ingin meningkatkan kemampuan writing, speaking, dan business communication sekaligus, Goldeners bisa mempertimbangkan program kursus bahasa Inggris untuk dewasa dari Golden Course.
Tersedia pilihan SpeakOn Professional, English For Business, sampai IELTS Preparation, dengan jadwal malam dan weekend yang fleksibel.
Cek detail programnya di sini, kursus bahasa inggris untuk dewasa.
