email bahasa inggris follow up kerjaan

💡 Ringkasan Cepat

Email bahasa Inggris untuk follow up pekerjaan adalah email profesional yang digunakan untuk menanyakan status lamaran, hasil interview, atau tahapan rekrutmen berikutnya tanpa terkesan mendesak. Jika recruiter sudah memberikan timeline, lakukan follow-up setelah batas waktu tersebut lewat. Jika tidak ada timeline, menunggu beberapa hari kerja sebelum menghubungi kembali merupakan pendekatan yang wajar. Gunakan subject yang jelas, sebutkan posisi yang dilamar, ingatkan konteks sebelumnya, lalu tanyakan perkembangan proses secara ringkas.

Sudah beberapa hari sejak interview selesai, tetapi belum ada kabar dari recruiter? Atau kamu sudah mengirim lamaran, tetapi belum mengetahui apakah proses seleksinya masih berjalan?

Di fase menunggu ini, wajar jika kamu merasa bimbang. Haruskah bertanya atau diam saja? Jawabannya harus Follow up wajar dilakukan, selama dikirim pada waktu yang tepat dan menggunakan nada yang sopan. Sayangnya, banyak kandidat yang menggunakan template kaku atau terjemahan mentah, sehingga hasilnya bisa terdengar terlalu formal, menuntut, atau kurang natural.

Biar emailmu dibalas dan meninggalkan kesan profesional di mata HRD, yuk bedah panduan waktu, anatomi penulisan, hingga berbagai contoh email bahasa Inggris untuk follow up pekerjaan yang bisa langsung kamu gunakan!

Kapan Waktu yang Tepat Mengirim Email Follow Up?

Kunci utama dari follow-up adalah kesabaran. Mengirim email follow up terlalu cepat untuk menanyakan status lamaran dapat terlihat kurang sabar, terutama jika recruiter sudah memberikan timeline keputusan. (Catatan: Mengirim email ucapan terima kasih/thank-you email seusai interview adalah konteks berbeda dan dapat dikirim lebih awal). Ikuti panduan waktu (timing) berikut berdasarkan situasinya:

  • Untuk Post Interview (Jika Ada Timeline): Ikuti timeline yang diberikan recruiter saat wawancara. Jika waktu yang dijanjikan sudah lewat dan belum ada kabar, kamu dapat mengirim email follow up.
  • Untuk Post Interview (Jika Tidak Ada Timeline): Menunggu beberapa hari kerja sebelum follow-up merupakan pendekatan yang wajar. Untuk banyak kasus, sekitar 5–7 hari kerja dapat menjadi patokan praktis, tetapi kebutuhan tiap proses rekrutmen bisa berbeda.
  • Setelah Submit Application (Kirim CV): Jika lowongan tidak mencantumkan timeline spesifik, tunggu sekitar satu hingga dua minggu sebelum mengirim follow up, tergantung tingkat urgensi posisi tersebut.
  • Waktu Pengiriman Terbaik: Kirim pada jam kerja operasional agar email lebih mungkin terlihat saat recruiter sedang aktif memproses komunikasi. Yang terpenting adalah menyesuaikan dengan jam kerja dan zona waktu perusahaan tujuan.

Follow Up Email vs Thank You Email: Apa Bedanya?

Banyak kandidat yang menyamakan email follow-up dengan email ucapan terima kasih. Padahal, keduanya memiliki tujuan dan timing pengiriman yang berbeda.

Aspek Thank-You Email Follow-Up Email
Tujuan Utama Berterima kasih atas waktu interview & menegaskan minat. Menanyakan status lamaran atau hasil keputusan.
Waktu Kirim 1–2 hari setelah sesi interview. Setelah timeline janji terlewati atau 1-2 minggu pasca lamar.
Bentuk CTA Soft (menyatakan kesiapan untuk langkah berikutnya). Bertanya langsung terkait update proses rekrutmen.

4 Anatomi Utama Email Follow Up yang Efektif

Biar gak kelihatan kaku kayak robot, susun emailmu menggunakan 4 elemen penting ini:

  1. Subject Line Jelas: Cantumkan tujuan email, posisi, dan namamu.
  2. Context / Reminder: Ingatkan kembali kapan kalian berinteraksi/interview atau kapan kamu mengirimkan lamaran.
  3. Purpose (Tujuan Utama): Tanyakan perkembangan proses secara ringkas dan sopan.
  4. Call to Action & Closing: Tutup dengan ucapan terima kasih dan kesediaan memberikan informasi tambahan jika diperlukan.

Jika kamu ingin mempelajari variasi struktur yang lebih luas untuk keperluan kantor lainnya, cek panduan mengenai struktur dan contoh email formal dalam bahasa Inggris.

Contoh Subject Email Bahasa Inggris untuk Follow Up Pekerjaan

Gunakan variasi subject line berikut agar emailmu langsung dikenali oleh recruiter:

Setelah Interview:

  • Following Up on [Job Title] Interview – [Your Name]
  • Interview Follow-Up: [Job Title] – [Your Name]
  • Checking In: [Job Title] Role – [Your Name]

Setelah Mengirim Lamaran (Belum Interview):

  • Application Status – [Job Title] – [Your Name]
  • Following Up on My Application for [Job Title]
  • Job Application Inquiry: [Job Title] – [Your Name]

💡 Butuh Bantuan Menyusun Email Bisnis & Interview?

Tingkatkan rasa percaya dirimu di dunia kerja dengan bimbingan langsung dari tutor profesional! Gabung di kelas kursus bahasa Inggris untuk dewasa dari Golden English. Temukan lokasi cabang terdekatmu melalui Linktree Cabang Golden English, atau lihat ragam pilihan kelas karir lainnya di Linktree for Adults.


Template Email Follow Up Bahasa Inggris (Siap Pakai)

1. Follow Up Pasca Wawancara Kerja (Post-Interview)

Gunakan template ini jika kamu sudah selesai tahap wawancara dan timeline pengumuman sudah terlewati.

Subject: Following up on [Job Title] Interview – [Your Name]

Dear [Interviewer/HRD Name],

I hope this email finds you well.

Thank you again for the opportunity to interview for the [Job Title] position last [Day of Interview, e.g., Tuesday]. I really enjoyed our conversation and learning more about [Company Name]’s plans for [mention a specific project/topic discussed].

I am writing to check in on the status of my application, as you mentioned that a decision might be made around this time. Please let me know if you need any additional information from me to support your evaluation process.

Thank you for your time and consideration. I look forward to hearing from you!

Best regards,
[Your Name]
[LinkedIn Profile Link / Phone Number]

2. Follow Up Setelah Kirim Lamaran (Application Status)

Gunakan template ini jika kamu sudah mengirim CV lebih dari 1-2 minggu tapi belum ada konfirmasi lanjutan.

Subject: Application Status – [Job Title] – [Your Name]

Dear [HR Manager Name / Hiring Team],

I hope you’re having a great week.

I recently submitted my application for the [Job Title] role at [Company Name] on [Date of Application]. Given my background in [your main skill, e.g., Digital Marketing] and my passion for [something about the company], I remain very excited about the possibility of joining your team.

I wanted to quickly follow up to see if you have any updates regarding the hiring timeline for this role. I would love the chance to discuss how my skills can bring value to [Company Name].

Thank you for your time, and I hope to speak with you soon.

Sincerely,
[Your Name]
[LinkedIn Profile Link / Phone Number]

3. Second Follow-Up Jika Belum Ada Respons

Jika follow-up pertama belum mendapat respons setelah jeda yang wajar, kamu bisa mengirim satu follow-up tambahan yang lebih singkat dan santun.

Subject: Re: Following up on [Job Title] Interview – [Your Name]

Dear [HRD Name],

I hope you are doing well.

I’m just following up on my previous email regarding the [Job Title] position. I remain very interested in the role and would appreciate any updates you might have regarding the next steps in the hiring process.

Thanks again for your time and assistance.

Warm regards,
[Your Name]

Kapan Follow Up Setelah Mengirim CV Tanpa Interview?

Kamu sudah mengirim lamaran tetapi belum pernah mendapat panggilan interview sama sekali? Dalam situasi ini, follow-up sebaiknya berfokus pada status aplikasi dan konfirmasi apakah berkasmu sudah diterima dengan baik oleh tim HR, bukan menanyakan hasil wawancara. Tunggu setidaknya 1 hingga 2 minggu sebelum mengirimkan email singkat ini.

Berapa Kali Sebaiknya Follow Up?

Secara umum, satu follow-up setelah timeline terlewati sudah cukup untuk memulai komunikasi. Jika tetap tidak ada respons, kamu dapat melakukan satu follow-up tambahan (second follow-up) setelah jeda yang wajar. Setelah dua kali mencoba tanpa balasan, lebih baik memfokuskan energimu untuk melanjutkan pencarian peluang karier di tempat lain.

Perlu Lampirkan CV Lagi?

Tidak selalu. Jika recruiter belum meminta dokumen tambahan dan kamu sudah mengirimkan CV atau portofolio sebelumnya, kamu tidak perlu melampirkannya lagi di email follow-up. Terlalu banyak lampiran justru bisa membuat email masuk ke kotak spam. Lampirkan ulang hanya jika ada permintaan khusus atau jika kamu ingin mengirimkan versi portofolio terbaru yang relevan.


Tabel Checklist: Do’s & Don’ts Kirim Email Follow Up

Sebelum menekan tombol Send, perhatikan hal-hal berikut agar kamu tidak terlihat putus asa (desperate):

Do’s (Lakukan Ini) ✅ Don’ts (Jangan Lakukan Ini) ❌
Gunakan Bahasa Santun: “I am writing to check in on the status…” Terlalu Menuntut: “Why haven’t you replied to my application?”
Singkat & Padat: Buat maksimal 3-4 paragraf pendek yang to the point. Curhat Panjang Lebar: Menjelaskan betapa butuhnya kamu akan pekerjaan tersebut.
Subject Jelas: Sebutkan namamu dan posisi spesifik yang dilamar. Kirim Email Massal: Memasukkan banyak email HRD sekaligus di kolom BCC/CC.
Gunakan Kontak Profesional: Cantumkan tautan LinkedIn dan nomor telepon di signature. Pindah Channel Tanpa Izin: Menghubungi HRD via WhatsApp jika mereka tidak pernah menghubungi dari situ.

Tabel Frasa Penyelamat Penulisan Email Bisnis

Ganti kata-kata kaku atau terlalu santai dengan variasi frasa profesional di bawah ini. Untuk memperdalam teknik ini, kamu juga bisa mempelajari cara mudah menulis email resmi dalam bahasa Inggris secara menyeluruh.

Niat / Maksud Jangan Gunakan Ini Gunakan Frasa Ini
Sapaan Awal “Hope you are fine.” “I hope this email finds you well.”
Menanyakan Status “Where is my interview result?” “I am writing to check in on the status of my application…”
Kesiapan Info Tambahan “Tell me if you need something.” “Please let me know if you need any additional information from my end.”
Menutup Email “Reply fast please.” “I look forward to hearing from you.” / “Thank you for your time.”

Kemampuan merangkai email bisnis hanyalah salah satu pilar komunikasi di tempat kerja. Untuk hasil yang komprehensif, pastikan kamu juga mendalami program kursus bahasa Inggris online untuk profesional dan karyawan.

KURSUS BUSINESS ENGLISH

Mau Punya Skill Komunikasi Profesional Buat Dunia Kerja?

Bisa nulis email follow-up itu baru awal. Di dunia nyata, kamu bakal dihadapkan pada meeting, negosiasi, hingga presentasi bisnis. Tingkatkan kariermu bersama program Business English for Successful Career (BESC) dari Golden English!

👉 KONSULTASIKAN KEBUTUHAN KARIERMU DI SINI

Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Bagaimana kalau email follow up kedua tetap tidak dibalas oleh HRD?

Tidak adanya respons bisa berarti proses rekrutmen sedang tertunda, ada perubahan prioritas internal, atau perusahaan sudah melanjutkan dengan kandidat lain. Setelah dua follow-up yang wajar tanpa respons, sebaiknya tetap lanjutkan mencari peluang lain sambil tidak menutup kemungkinan recruiter akan menghubungi kembali nanti.

2. Apakah boleh melakukan follow up lewat WhatsApp (WA) HRD?

Hanya lakukan ini jika recruiter tersebut sebelumnya menghubungi kamu terlebih dahulu melalui WhatsApp untuk urusan profesional, atau secara eksplisit memberikan izin dihubungi via WA. Jika tidak, selalu gunakan email sebagai jalur komunikasi formal.

3. Apakah boleh follow-up setelah mengirim CV tetapi belum dipanggil interview?

Ya. Jika perusahaan tidak memberikan timeline, kamu dapat mengirim follow-up secara singkat setelah menunggu waktu yang wajar (1–2 minggu). Fokuskan email pada status aplikasi dan konfirmasi penerimaan berkas lamaran.

4. Apakah follow-up email bisa meningkatkan peluang diterima kerja?

Follow-up tidak secara otomatis menjamin kamu diterima, tetapi email yang relevan, singkat, dan profesional dapat menunjukkan antusiasme dan menjaga komunikasi tetap profesional dengan recruiter.

Jika kamu ingin belajar bahasa Inggris secara fleksibel, cek juga program kursus bahasa Inggris online untuk dewasa yang terstruktur dari Golden English.

Kesimpulan

Mengirim email bahasa Inggris untuk follow up pekerjaan bukanlah langkah agresif jika kamu tahu cara dan timing-nya. Dengan menggunakan bahasa yang santun, profesional, dan mengikuti timeline rekrutmen, kamu akan mendapatkan kejelasan mengenai status lamaran sekaligus meninggalkan impresi positif. Selamat mencoba, dan semoga sukses meraih pekerjaan impianmu!