10 Beasiswa S3 Luar Negeri Fully Funded

Mimin tahu banyak dari kamu yang bermimpi melanjutkan studi S3 di luar negeri. Masalahnya, biaya kuliah dan biaya hidup di banyak negara itu bisa bikin pusing. Belum lagi kalau dipersyaratkan skor TOEFL atau IELTS, yang notabene memerlukan persiapan biaya dan waktu. 

Untungnya, ada sejumlah beasiswa S3 luar negeri yang menyediakan dana penuh alias fully funded, sehingga kamu tidak perlu khawatir soal biaya. 

Yuk, kita bahas sepuluh program beasiswa S3 luar negeri yang menjanjikan pendanaan penuh, lengkap dengan info tentang syarat beasiswa S3 luar negeri dan detail program beasiswa S3 luar negeri yang bisa kamu pertimbangkan.

1. Global Korea Scholarship (GKS) Program

Beasiswa Global Korea Scholarship (GKS) adalah salah satu program beasiswa S3 luar negeri yang populer dari Pemerintah Korea Selatan. Program ini menanggung penuh biaya kuliah, biaya hidup, tiket pesawat PP, dan asuransi kesehatan. 

Serunya, syarat beasiswa S3 luar negeri ini tidak mewajibkan skor TOEFL atau IELTS karena kamu akan mengikuti program pemagangan bahasa Korea (Korean Language Training Program) selama satu tahun sebelum memasuki jenjang doktoral. 

Selama masa ini, kemampuan bahasa Korea-mu akan diasah agar kamu siap mengikuti perkuliahan yang kebanyakan diajarkan dalam bahasa setempat.

Baca Juga: Beasiswa GKS: Syarat, Jadwal, Jalur Seleksi, dan Benefit

2. Monbukagakusho (MEXT) Scholarship

MEXT Scholarship atau Beasiswa Monbukagakusho dari Pemerintah Jepang biasanya identik dengan program S2 dan S3 yang fully funded. 

Menariknya, syarat beasiswa S3 luar negeri ini tidak mewajibkan skor TOEFL atau IELTS, asalkan kamu bersedia mengikuti kursus bahasa Jepang (Intensive Japanese Language Program) terlebih dahulu. Durasi kursus bahasa biasanya satu semester hingga satu tahun, tergantung universitas dan jurusan.

Setelah itu, kamu akan melanjutkan studi doktoral di universitas Jepang yang menerima proposal risetmu. Cakupan beasiswa mencakup biaya kuliah penuh, tunjangan hidup sekitar 143.000 yen per bulan (sekitar 15 juta rupiah), tiket pesawat pulang-pergi, dan asuransi kesehatan nasional. 

3. Turkiye Burslari Scholarship

Turkiye Burslari (Türkiye Scholarships) juga menawarkan program beasiswa S3 luar negeri yang fully funded tanpa menuntut skor TOEFL/IELTS. Untuk kompensasi bahasa, syarat beasiswa S3 luar negeri di Turki ini mencakup kursus persiapan bahasa Turki yang biasanya berlangsung satu tahun. 

Setelah itu, program S3 secara resmi akan diajarkan dalam bahasa Turki, meski beberapa jurusan tertentu menyediakan kuliah bilingual (Inggris/Turki).

Fasilitas beasiswa mencakup biaya kuliah penuh, biaya akomodasi (biasanya asrama), tunjangan hidup sekitar 1.500 Lira Turki per bulan (kurang lebih 3 juta rupiah), dan asuransi kesehatan. Kamu juga mendapat tiket pesawat sekali berangkat-pulang. 

4. Chinese Government Scholarship (CSC)

Beasiswa dari Chinese Scholarship Council (CSC) untuk jenjang S3 adalah salah satu program beasiswa S3 luar negeri yang menggiurkan bagi Goldeners. CSC menawarkan beasiswa penuh untuk berbagai disiplin ilmu di kampus-kampus prestisius seperti Tsinghua University, Peking University, dan Fudan University. 

Syarat beasiswa S3 luar negeri ini tidak mensyaratkan TOEFL/IELTS apabila kamu memilih program kuliah dalam bahasa Mandarin. Kamu hanya perlu menunjukkan motivation letter, curriculum vitae, dan rekomendasi akademik.

Cakupan beasiswa mencakup biaya kuliah, asrama gratis di kampus, tunjangan hidup sekitar 800 RMB per bulan (± 1,7 juta rupiah), dan tiket pesawat sekali. Di sini, kamu memiliki kesempatan belajar riset di bidang teknik, sains, humaniora, atau bisnis dengan akses fasilitas riset yang mutakhir.

5. DAAD Scholarship (Jerman)

DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst) menyediakan berbagai skema beasiswa S3 luar negeri untuk mahasiswa internasional di Jerman. 

Beberapa di antaranya tidak memerlukan skor TOEFL/IELTS, terutama jika kamu mendaftar program S3 yang mengajarkan dalam bahasa Jerman. Program persiapan bahasa Jerman (DAAD German Language Course) biasanya diberikan sebelum memulai riset.

Cakupan beasiswa DAAD mencakup biaya kuliah (di Jerman, umumnya S3 di universitas negeri tidak dikenai biaya kuliah), tunjangan hidup sekitar 1.200 Euro per bulan, asuransi kesehatan, dan perjalanan sekali ke Jerman. Seleksi meliputi proposal riset, CV, rekomendasi dosen, serta rencana pendanaan jangka panjang. 

6. Swiss Government Excellence Scholarships

Pemerintah Swiss menyediakan Swiss Government Excellence Scholarships untuk mahasiswa internasional S3 di berbagai universitas Swiss. Program ini fully funded, mencakup tunjangan tahunan CHF 1.920 (sekitar 32 juta rupiah), akomodasi sementara di awal, asuransi kesehatan, dan biaya perjalanan PP. 

Tidak diwajibkan skor TOEFL/IELTS jika program risetmu berbahasa Jerman, Prancis, atau Italia, tergantung wilayah universitas. Swiss juga menawarkan kursus bahasa Swiss di tingkat dasar sebelum riset.

Seleksi melibatkan proposal riset berbahasa Inggris, rekomendasi dari calon promotor, dan rekam jejak akademik yang kuat. Swiss dikenal dengan riset di bidang farmasi, ilmu alam, dan ilmu sosial. Kampus seperti ETH Zurich, EPFL, dan University of Zurich menawarkan fasilitas laboratorium dan perpustakaan mutakhir membuat beasiswa ini sangat diminati.

7. Manaaki New Zealand Scholarships

Manaaki New Zealand Scholarship, atau yang dulu dikenal sebagai New Zealand Developing Country Scholarship (NZDCS), memberi beasiswa fully funded untuk S3 kepada pelajar dari negara berkembang, termasuk Indonesia. 

Syarat beasiswa S3 luar negeri di sini tidak termasuk TOEFL/IELTS jika jurusan kamu menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, tapi kamu tetap wajib menunjukkan kemampuan bahasa Inggris melalui mekanisme nilai alternatif (school transcript, sertifikat lain, atau wawancara).

Beasiswa mencakup biaya kuliah penuh, tunjangan hidup sekitar NZD 20.000 per tahun (± 200 juta rupiah), biaya perjalanan sekali, dan akomodasi di awal. Proses seleksi meliputi proposal riset, motivasi, serta rekomendasi dari lembaga di negerimu.

8. Orange Knowledge Programme (OKP) – Belanda

Orange Knowledge Programme (OKP) dari Pemerintah Belanda menyediakan beasiswa fully funded untuk program S3 atau postdok, meski kuotanya lebih sedikit dibanding master. Program beasiswa S3 luar negeri ini memungkinkan beasiswa penuh tanpa wajib skor TOEFL/IELTS, asalkan kamu mengikuti kursus persiapan bahasa Inggris yang difasilitasi lembaga partner di Belanda.

OKP mencakup biaya kuliah, biaya hidup (sekitar €1.050 per bulan), tiket pesawat PP, asuransi kesehatan, dan tunjangan kedatangan. Program ini fokus pada riset pembangunan, kebijakan publik, dan isu perubahan iklim, sehingga cocok bagi kamu yang ingin bekerja di lembaga internasional setelah lulus.

9. Russian Government Scholarship (EMDC/ENAQ Program)

Pemerintah Rusia menawarkan Russian Government Scholarship melalui berbagai skema, salah satunya EMDC (Emerging Markets Development Challenge) dan ENAQ (Eurasian National Association of Universities for Quality). Program ini fully funded, tidak mewajibkan TOEFL/IELTS jika kamu siap mengikuti kursus bahasa Rusia (prep course) selama satu tahun.

Manfaatnya mencakup biaya kuliah, asrama gratis, tunjangan hidup bulanan sekitar 15.000 Rubel (± 3 juta rupiah), dan tiket pesawat pulang-pergi. Universitas yang sering terlibat antara lain Lomonosov Moscow State University dan Saint Petersburg State University.

10. Fulbright Foreign Student Program (AS)

Fulbright adalah program beasiswa S3 luar negeri legendaris dari Pemerintah Amerika Serikat. Program ini fully funded untuk riset doktoral di berbagai universitas ternama seperti Harvard, MIT, dan Stanford.

Syarat beasiswa S3 luar negeri lewat Fulbright menuntut skor TOEFL atau Duolingo English Test, tetapi bagi beberapa penerima beasiswa, ada opsi pengecualian jika mereka dapat menunjukkan kemampuan bahasa Inggris melalui prestasi akademik atau pengalaman profesional yang cukup.

Beasiswa ini meliputi biaya kuliah penuh, tunjangan hidup sekitar $2.000-$2.200 per bulan (± 30 juta rupiah), tiket pesawat PP, asuransi kesehatan, dan biaya riset tambahan.

Baca Juga: Beasiswa S3 Dalam Negeri 2025: Syarat, dan Cara Pendaftaran

Nah Goldeners, itulah 10 beasiswa S3 luar negeri fully funded yang bisa jadi pilihanmu. Masing-masing program punya keunikan sendiri, mulai dari syarat beasiswa S3 luar negeri yang tidak mewajibkan TOEFL/IELTS hingga fasilitas pendanaan lengkap mencakup biaya kuliah, tunjangan hidup, akomodasi, hingga tiket pesawat. 

Meski demikian, pastikan kamu mempersiapkan proposal riset yang matang, CV yang rapi, dan rekomendasi dari dosen pembimbing. Kalau sedang mencari peluang beasiswa di dalam negeri, jangan lupa juga cek Beasiswa S3 dalam Negeri untuk opsi tanpa kudu jalan-jalan jauh.

Terakhir, meski beberapa beasiswa tidak mewajibkan sertifikat TOEFL/IELTS, kemampuan bahasa Inggris tetap jadi nilai lebih saat berkomunikasi dengan pembimbing atau menulis makalah akademik. Untuk itu, mimin sarankan kamu mengikuti program English Test Preparation di Golden English. 

Program ini akan bantu kamu menguasai strategi dan soal-soal TOEFL agar persiapan bahasa Inggrismu semakin mantap.

kursus toefl