Kalau kamu lagi nyiapin diri buat tes TOEFL, terutama bagian structure, pasti kamu bakal sering banget ketemu soal yang berhubungan sama tenses. Ya, struktur kalimat dalam Bahasa Inggris emang nggak bisa lepas dari tenses.

Bagian structure dalam TOEFL tidak hanya menilai apakah kamu tahu rumus grammar, tapi juga seberapa cepat kamu bisa mengenali bentuk waktu dalam konteks kalimat.

Misalnya, kalimat dengan penanda waktu yesterday pasti butuh bentuk past tense, sedangkan kalimat dengan since 2010 lebih cocok menggunakan present perfect.

Kalau kamu salah satu yang sering bingung memilih antara has been, was, atau had been, berarti kamu memang perlu menguasai rumus tenses untuk TOEFL structure secara menyeluruh.

Tapi tenang, Goldeners, kali ini mimin bakal bantu kamu paham dan hafal rumus tenses untuk TOEFL structure yang paling sering keluar, lengkap dengan contoh dan penjelasannya.

Jenis Tenses yang Sering Muncul di TOEFL Structure

Di TOEFL, tidak semua 16 tenses muncul dengan frekuensi yang sama. Beberapa jenis tenses lebih sering diujikan karena dianggap dasar dalam akademik English. Berikut ringkasannya:

Simple Present Tense – digunakan untuk kebiasaan, fakta umum, dan kebenaran universal.

Simple Past Tense – menandakan kejadian yang sudah selesai di masa lalu.

Present Perfect Tense – untuk menunjukkan pengalaman atau hasil yang masih relevan hingga sekarang.

Past Perfect Tense – menggambarkan kejadian yang terjadi sebelum peristiwa lain di masa lalu.

Future Tense (Will + Verb) – untuk rencana atau prediksi di masa depan.

Passive Voice – sering muncul dalam soal TOEFL karena bentuk akademik sering menggunakan kalimat pasif.

Conditional Sentence – menguji kemampuan kamu dalam menghubungkan dua kejadian dengan logika sebab-akibat.

Dari tujuh kategori itu saja, kamu sudah bisa menutupi lebih dari 70% tipe soal grammar di TOEFL structure. Sekarang kita bahas satu per satu biar makin paham.

1. Simple Present Tense

Ini adalah tenses paling dasar tapi jangan diremehkan. Soal yang menguji tenses ini seringkali muncul.

Rumus: S + V1 (s/es) atau S + to be (is, am, are)

Kapan Digunakan di Konteks TOEFL: Tenses ini dipakai untuk menyatakan fakta umum, kebenaran ilmiah, atau kebiasaan. Kalimat-kalimat di TOEFL seringkali bersifat akademis dan menjelaskan fakta, jadi tenses ini sangat relevan.

2. Simple Past Tense

Tenses ini dipakai untuk menceritakan kejadian yang sudah selesai di masa lampau dan waktunya spesifik.

Rumus: S + V2 atau S + to be (was, were)

Kapan Digunakan di Konteks TOEFL: Cari penanda waktu lampau yang jelas seperti yesterday, last year, … ago, atau tahun spesifik di masa lalu (misal, in 1998). Jika ada penanda waktu ini, hampir pasti kalimatnya menggunakan Simple Past.

3. Present Perfect Tense

Nah, ini salah satu tenses yang paling sering jadi jebakan karena sering tertukar dengan Simple Past.

Rumus: S + has/have + V3

Kapan Digunakan di Konteks TOEFL: Present Perfect digunakan untuk kejadian yang terjadi di waktu yang tidak spesifik di masa lalu tapi dampaknya masih terasa sekarang, atau kejadian yang dimulai di masa lalu dan masih berlanjut sampai sekarang. Cari penanda waktu seperti since, for, already, yet, recently.

4. Past Perfect Tense

Tenses ini sering muncul dalam kalimat majemuk untuk menunjukkan urutan kejadian di masa lampau.

Rumus: S + had + V3

Kapan Digunakan di Konteks TOEFL: Past Perfect digunakan untuk menyatakan kejadian yang terjadi SEBELUM kejadian lain di masa lampau. Seringkali muncul dengan penanda seperti by the time, after, before.

5. Simple Future Tense

Tenses untuk masa depan ini relatif lebih mudah dikenali, namun tetap penting untuk dipahami.

Rumus: S + will + V1 atau S + to be (is, am, are) + going to + V1

Kapan Digunakan di Konteks TOEFL: Digunakan untuk prediksi, janji, atau rencana di masa depan. Cari penanda waktu seperti tomorrow, next week, in the future.

6. Passive Voice

Struktur ini bukan tenses, tapi penggunaannya sangat terikat dengan tenses dan jadi favorit di soal TOEFL.

Rumus: S + to be (disesuaikan dengan tenses) + Verb 3

Kapan Digunakan di Konteks TOEFL: Kalimat pasif digunakan ketika subjek kalimat adalah penerima aksi, bukan pelaku. Dalam tulisan akademis dan formal (gaya bahasa TOEFL), kalimat pasif sering digunakan untuk menekankan proses atau hasil, bukan pelakunya.

7. Conditional Sentences

Ini adalah salah satu topik grammar yang paling sering keluar dan punya aturan yang sangat paten.

Rumus: Ada 3 tipe utama yang wajib kamu hafal polanya.

Tipe 1 (Future Possibility): If + Simple Present, … will + V1

Tipe 2 (Present Unreal): If + Simple Past, … would + V1

Tipe 3 (Past Unreal): If + Past Perfect, … would have + V3

Kapan Digunakan di Konteks TOEFL: TOEFL suka sekali menguji Tipe 2 dan Tipe 3. Kamu akan diberikan salah satu klausa (misalnya, if clause), dan kamu harus melengkapi klausa lainnya dengan bentuk yang sesuai.

Kuncinya adalah mengenali tenses di klausa yang diberikan untuk menentukan tipe conditional-nya.

Tips Menguasai Rumus Tenses untuk TOEFL Structure

Nah, di bagian ini mimin mau kasih beberapa tips praktis yang bisa bantu kamu menguasai tenses tanpa pusing, sekaligus lebih siap menghadapi soal grammar TOEFL.

1. Latihan spotting tense error.

Ambil contoh kalimat, lalu coba cari tenses-nya. Apakah cocok dengan konteks waktu? Ini latihan simpel tapi penting.

2. Bikin tabel ringkasan.

Kamu bisa bikin tabel 12 tenses (tense, rumus, fungsi, contoh). Tempel di meja belajar!

3. Latihan soal TOEFL structure setiap hari.

Banyak soal structure yang bisa kamu temuin online. Tapi lebih bagus lagi kalau kamu ikut program latihan terstruktur dan bisa dievaluasi tutor.

Baca Juga: Contoh Soal TOEFL Structure and Written Expression dan Pembahasannya

4. Buat catatan tenses versi kamu

Mimin saranin kamu bikin tabel sendiri berisi rumus, fungsi, kata kunci, dan contoh kalimat. Saat kamu menulis dengan tangan, otakmu lebih mudah menyimpan informasi.

Penutup

Nah, sekarang kamu udah punya bekal rumus tenses untuk TOEFL structure yang sering banget keluar di soal. Kuncinya bukan cuma hafal rumus, tapi ngerti kapan dan kenapa tense itu dipakai. Karena kadang soal TOEFL itu bukan ngetes rumus doang, tapi juga logika dan pemahaman konteks kalimatnya.

Kalau kamu ngerasa butuh simulasi resmi buat ngetes kemampuan kamu sekarang, mimin saranin banget buat ikut tes TOEFL online bersertifikat resmi di Golden English.

Tes ini fleksibel, bisa dikerjain dari rumah, dan hasilnya resmi, bisa dipakai buat daftar beasiswa, kerja, atau lanjut kuliah.

Jadi yuk, gas belajar grammar-nya dan siapin diri kamu buat tembus skor TOEFL impian.