fbpx
7 Tips Super Ampuh untuk Dapetin Beasiswa Luar Negeri

7 Tips Super Ampuh untuk Dapetin Beasiswa Luar Negeri

Melanjutkan pendidikan di luar negeri merupakan mimpi atau keinginan sebagian besar pelajar di Indonesia. Akan tetapi, tak semua mampu mewujudkan impian tersebut sebab terkendala biaya kuliah yang mahal. 

Jika kamu adalah salah satunya, kamu dapat mengambil program beasiswa luar negeri yang tersedia untuk mewujudkan cita-cita kamu tersebut. Sehingga kamu bisa kuliah di luar negeri secara gratis dan tak harus mengeluarkan biaya. 

Saat ini, jumlah program beasiswa luar negeri yang tersedia bagi pelajar Indonesia sangatlah banyak. Mulai dari yang diinisiasi oleh pemerintah seperti beasiswa LPDP, dari institusi, yayasan, swasta, hingga beasiswa yang disediakan oleh universitas yang dituju. 

Nah, buat kamu yang berencana untuk apply beasiswa luar negeri, simak dan praktekkan 7 tips berikut ini agar peluang kamu lolos dan jadi penerima beasiswa semakin besar. 

  1. Perbanyak informasi tentang beasiswa

Hal pertama yang perlu kamu lakukan bila ingin kuliah di luar negeri dengan beasiswa adalah mencari info sebanyak mungkin tentang program beasiswa luar negeri yang tersedia, apa saja persyaratannya, dan apa saja yang biaya yang ditanggung oleh program beasiswa tersebut.

Seperti yang kamu tahu, setiap program beasiswa luar negeri mempunyai persyaratan dan cakupan pembiayaan yang berbeda-beda. Ada jenis beasiswa yang hanya mengcover sebagian biaya kuliah (partial scholarship) dan ada pula yang sudah mengcover keseluruhan biaya (full scholarship). 

Selain itu, jenis beasiswa luar negeri yang tersedia juga tidak semuanya selalu  ditujukan untuk pelajar yang ingin lanjut pendidikan S1, S2, atau S3 saja, tetapi ada juga jenis beasiswa lainnya seperti beasiswa penghargaan, beasiswa bantuan, beasiswa non-akademik, beasiswa penelitian, hingga beasiswa ikatan dinas yang perlu kamu baca baik-baik seluruh syarat dan ketentuannya sebelum melamar. 

Memiliki banyak informasi tentang beasiswa luar negeri membuat kamu lebih mudah menentukan mana program beasiswa yang paling cocok dengan kamu dan punya peluang besar untuk lolos apabila kamu apply

  1. Raih prestasi akademik atau non-akademik

Hampir semua program beasiswa luar negeri yang ada pasti mensyaratkan pelamarnya untuk memiliki prestasi akademik atau non-akademik. Maka itu, kamu perlu berusaha sebaik mungkin untuk memiliki salah satu atau bahkan keduanya agar kamu berpeluang besar lolos dan diterima sebagai awardee scholarship tersebut.

Prestasi akademik yang dimaksud tidak selalu berarti kamu harus menjadi peraih medali olimpiade sains tingkat nasional atau internasional. Memiliki nilai akademik yang baik dan konsisten selama studi juga sudah cukup sebagai modal kamu untuk lolos beasiswa.

Buat kamu yang memiliki nilai akademik kurang meyakinkan, tidak perlu khawatir. Asalkan nilai rata-rata akademikmu masih memenuhi syarat yang ditentukan oleh program beasiswa tersebut, kamu tetap masih punya peluang untuk lolos kok

Apalagi kalau kamu punya prestasi non-akademik atau pengalaman organisasi tertentu sebab dua hal ini juga memiliki pengaruh yang cukup untuk membuat seseorang diterima atau ditolak pada program beasiswa luar negeri. 

  1. Latih kemampuan bahasa Inggris

Meskipun tidak semua, salah satu syarat program beasiswa luar negeri yang paling umum adalah pelamar wajib bisa berbahasa inggris. Hal ini ditunjukkan lewat sertifikat kemampuan bahasa inggris yang berlaku secara internasional seperti TOEFL iBT, IELTS, dan TOEIC.

Setiap program beasiswa mensyaratkan nilai minimum yang berbeda untuk setiap jenis sertifikat bahasa inggris. Untuk TOEFL iBT misalnya, rata-rata pemberi beasiswa mensyaratkan pelamar memiliki nilai minimum 70 sementara untuk IELTS minimal 5.5 atau 6. 

Bagaimana dengan nilai TOEIC? Untuk pelamar yang menggunakan sertifikat TOEIC, biasanya nilai minimum yang diminta oleh pemberi beasiswa adalah 800. Tetapi perlu diketahui, sertifikat TOEIC sebetulnya lebih sering dipakai di lingkungan professional, bukan akademik. 

Jadi, kalau kamu ingin menguji kemampuan berbahasa inggris untuk tujuan apply beasiswa luar negeri, lebih disarankan mengikuti tes TOEFL atau IELTS daripada TOEIC.

  1. Pilih beasiswa yang jumlah peminatnya sedikit

Salah satu tips paling ampuh untuk dapetin beasiswa luar negeri adalah melamar di program beasiswa yang jumlah peminatnya sedikit. Bagaimana cara mengetahui program beasiswa dengan sedikit peminat? Riset! 

Kamu harus bersedia go the extra mile untuk cari informasi beasiswa-beasiswa luar negeri yang masih sepi peminat. Biasanya beasiswa ini berasal dari negara-negara yang kurang populer sebagai tujuan kuliah pelajar Indonesia seperti Taiwan, Italia, negara-negara skandinavia, Rusia, dan seterusnya.

Selain itu, beberapa beasiswa luar negeri yang masih sepi peminat adalah program beasiswa yang baru saja diluncurkan dan belum banyak orang yang tahu. Nah, untuk mencari jenis beasiswa ini, kamu harus rajin mencari dan bertanya ke koneksi kamu, khususnya yang bekerja di lingkungan universitas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Luar Negeri, hingga perusahaan multinasional. Biasanya informasi beasiswa overseas terbaru cepat mereka ketahui.  

  1. Belajar menulis essay atau motivation letter yang baik

Selain sertifikat kemampuan berbahasa inggris, sejumlah program beasiswa luar negeri juga mensyaratkan pelamarnya untuk mengirim essay atau motivation letter.

Essay atau motivation letter adalah dokumen yang berisi cerita singkat (biasanya 500 kata) tentang dirimu dan alasan kenapa kamu lebih layak mendapat beasiswa tersebut dibanding kandidat lainnya. 

Di Indonesia, umumnya kita memang tidak diajarkan bagaimana cara menulis essay yang baik di sekolah. Walau begitu, kamu tidak perlu khawatir sebab di internet tersedia banyak contoh essay pelamar beasiswa yang bisa kamu jadikan referensi untuk berlatih dan menulis essay terbaik versi kamu sendiri. Semangat! 

  1. Minta rekomendasi dosen atau atasan kerja

Berikutnya, tips lain yang bisa kamu praktekkan untuk memperbesar peluang diterima beasiswa luar negeri adalah mempersiapkan surat rekomendasi.

Surat rekomendasi ini dapat berasal dari dosen, pembimbing, atasan kerja, atau dari siapa saja yang mengenalmu cukup lama di lingkungan akademik atau profesional.

Surat rekomendasi ditulis menggunakan bahasa inggris dan berisi tentang sejumlah alasan kenapa kamu layak menjadi salah satu penerima beasiswa tersebut. 

Kendati tidak semua program beasiswa luar negeri meminta surat rekomendasi, ada baiknya kamu tetap menyiapkan surat ini dan mengirimkannya sebagai dokumen tambahan saat apply beasiswa.

  1. Lakukan persiapan sejak awal

Tips terakhir untuk kamu yang ingin mendapatkan beasiswa luar negeri adalah menyiapkan semuanya sejak awal. Kalau perlu satu tahun sebelum tenggat waktu pengiriman dokumen lamaran beasiswa. 

Selain itu, agar peluangmu diterima beasiswa tinggi, sebaiknya melamarlah pada beberapa program beasiswa sekaligus. Jangan hanya melamar di satu program beasiswa saja. 

Dengan begitu, ketika ada satu atau dua program beasiswa yang menolak aplikasimu, kamu masih ada kemungkinan lolos di beberapa aplikasi beasiswa lain yang kamu ikuti.  

Sebaliknya, jika kamu beruntung diterima di beberapa program beasiswa luar negeri, kamu cukup memilih mana program beasiswa yang ingin kamu ikuti dan membatalkan beasiswa yang lain tanpa risiko. Mudah, bukan? 

Jadi, itulah beberapa tips ampuh untuk dapetin beasiswa luar negeri yang bisa kamu coba. Jika menemukan kesulitan saat melamar beasiswa, jangan ragu untuk meminta bantuan kepada orang lain atau menghubungi pihak pemberi beasiswa untuk konfirmasi.

Buat kamu yang sudah berusaha semaksimal mungkin melamar beasiswa tapi masih saja gagal, jangan menyerah yaa dan tetap semangat untuk apply beasiswa luar negeri yang lain. Never give up!