ilustrasi perbedaan ielts dan toefl untuk beasiswa

💡 Ringkasan Cepat (Quick Answer)

Apa perbedaan IELTS dan TOEFL untuk beasiswa?

IELTS Academic dan TOEFL iBT sama-sama diterima oleh banyak beasiswa dan universitas internasional. Beda IELTS dan TOEFL untuk beasiswa terutama terletak pada format Speaking, pola soal, durasi, dan sistem skornya. IELTS mempertemukan peserta dengan examiner secara langsung atau melalui video call, sedangkan TOEFL iBT merekam jawaban peserta melalui mikrofon. Pilihan terbaik bukan ditentukan oleh negara tujuan saja, melainkan oleh syarat beasiswa, syarat universitas, serta format tes yang paling sesuai dengan kemampuan Anda.

Aspek Perbandingan IELTS Academic TOEFL iBT
Penyelenggara Utama British Council, IDP IELTS, dan Cambridge University Press & Assessment Educational Testing Service (ETS)
Format Speaking Interaktif langsung bersama examiner (tatap muka atau video call) Merespons soal melalui mikrofon komputer dan direkam
Skala Penilaian Band Score 1,0 sampai 9,0 (interval 0,5) Skala baru 1 sampai 6 (disertai padanan skor 0 sampai 120 hingga Januari 2028)
Durasi Ujian Sekitar 2 jam 45 menit Sekitar 83–89 menit untuk format sejak 21 Januari 2026
Metode Pengerjaan Umumnya berbasis komputer (computer-delivered) Berbasis komputer dan adaptif pada bagian Reading serta Listening

Bagi para calon penerima beasiswa, memilih jenis tes kemahiran bahasa Inggris adalah keputusan krusial yang menentukan ke mana arah langkah persiapan Anda selanjutnya.

Di dunia akademik internasional, IELTS (International English Language Testing System) dan TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah dua ujian utama yang paling sering menjadi syarat pendaftaran studi lanjut.

Sering muncul pertanyaan mengenai mana yang lebih bagus antara TOEFL atau IELTS. Jawabannya, tidak ada yang lebih unggul secara mutlak. Pilihan yang paling tepat sangat bergantung pada kebijakan penyelenggara beasiswa, syarat program studi di universitas tujuan, serta kenyamanan Anda terhadap format ujiannya. Mari bedah perbedaannya agar Anda tidak salah menentukan strategi sebelum mengikuti tes bahasa Inggris online maupun di pusat tes.

4 Perbandingan Utama: Beda IELTS dan TOEFL untuk Beasiswa

1. Variasi Aksen Bahasa pada Sesi Listening

  • IELTS: Materi audio pada IELTS menggunakan beragam aksen bahasa Inggris internasional, mencakup British, Australian, New Zealand, dan North American English.
  • TOEFL iBT: Meskipun dikelola oleh ETS dari Amerika Serikat dan kental dengan konteks kehidupan kampus Amerika, materi Listening pada TOEFL iBT juga dapat memuat aksen Inggris, Australia, dan Selandia Baru. Karena itu, peserta kedua tes tetap perlu membiasakan telinga dengan berbagai variasi aksen bahasa Inggris.

2. Format Sesi Berbicara (Speaking)

Bagian ini sering menjadi faktor yang paling memengaruhi kenyamanan psikologis peserta saat ujian:

  • IELTS: Peserta berbicara secara interaktif dengan certified examiner (penguji tersertifikasi), baik secara tatap muka di ruang ujian maupun melalui video call sesuai jenis dan lokasi penyelenggaraan tes. Pilih IELTS jika Anda lebih nyaman melakukan percakapan dua arah secara langsung dengan manusia.
  • TOEFL iBT: Peserta merespons tugas berbicara melalui mikrofon di depan komputer. Jawabannya direkam dan dinilai menggunakan kombinasi sistem penilaian AI dan penilai tersertifikasi ETS. Pilih TOEFL iBT jika Anda lebih nyaman merespons instruksi secara terstruktur tanpa berhadapan langsung dengan penguji.

3. Metode Pengerjaan dan Durasi Tes

  • IELTS: Berlangsung sekitar 2 jam 45 menit untuk menguji Listening, Reading, Writing, dan Speaking. Berdasarkan pembaruan resmi IELTS, format berbasis kertas dihentikan secara bertahap mulai pertengahan 2026 dan tes beralih ke komputer, dengan waktu implementasi yang dapat berbeda di setiap pasar. Pastikan Anda memeriksa opsi di test centre setempat.
  • TOEFL iBT: Berdasarkan spesifikasi TOEFL iBT 2026 dari ETS, format yang berlaku sejak 21 Januari 2026 diperkirakan berlangsung sekitar 83–89 menit. Tes dikerjakan melalui komputer dan bagian Reading serta Listening bersifat adaptif. Untuk melamar kampus luar negeri, TOEFL iBT umumnya memiliki penerimaan yang lebih luas dibandingkan TOEFL ITP. Meski demikian, program tertentu seperti Fulbright Indonesia tetap menerima TOEFL ITP pada tahap pendaftaran. Baca juga penjelasan mengenai skor TOEFL untuk beasiswa.

4. Sistem Penilaian (Skor Terbaru 2026)

  • IELTS: Menggunakan sistem Band Score dengan rentang angka 1,0 hingga 9,0 (dengan interval 0,5) baik untuk nilai tiap komponen maupun Overall Band Score.
  • TOEFL iBT: Sejak 21 Januari 2026, TOEFL iBT menggunakan skala skor baru dari 1 hingga 6 dengan interval 0,5 yang diselaraskan dengan CEFR. Dalam penjelasan resmi ETS, selama masa transisi dua tahun laporan skor juga menampilkan skor pembanding pada skala lama 0 hingga 120. Karena banyak panduan beasiswa masih mencantumkan skala lama, gunakan angka yang muncul pada laporan resmi Anda dan jangan menghitung konversi sendiri.

Cara Memilih IELTS atau TOEFL untuk Beasiswa

Hindari memilih jenis tes hanya berdasarkan asumsi negara tujuan. Saat ini, ribuan universitas di Amerika Serikat dan Kanada menerima IELTS Academic, sebagaimana mayoritas kampus di Inggris (UK), daratan Eropa, Australia, dan Asia juga menerima TOEFL iBT.

Agar tidak salah langkah, gunakan 6 faktor berikut sebagai dasar keputusan Anda:

  1. Jenis tes yang diterima oleh penyelenggara beasiswa.
  2. Jenis tes yang diterima oleh program studi atau universitas tujuan.
  3. Syarat minimum overall score dan batas nilai tiap komponen (sub-score).
  4. Kenyamanan pribadi Anda terhadap format soal dan sesi Speaking.
  5. Ketersediaan jadwal ujian dan lokasi test centre di kota Anda.
  6. Masa berlaku sertifikat (umumnya 2 tahun) saat batas akhir pendaftaran.

Apabila terdapat perbedaan syarat antara pihak pemberi beasiswa dan universitas, pilihlah jenis tes yang diakui oleh kedua institusi tersebut dan kejar standar skor yang paling tinggi.

Pilihan singkat berdasarkan gaya mengerjakan tes:

  • Pertimbangkan IELTS Academic jika Anda lebih nyaman berbicara dua arah dengan examiner, menyukai pembagian sesi yang jelas, dan membutuhkan tes yang diakui oleh program tujuan Anda.
  • Pertimbangkan TOEFL iBT jika Anda nyaman mengerjakan tes sepenuhnya di komputer, merespons melalui mikrofon, dan menyukai durasi tes yang lebih singkat.
  • Jangan langsung mendaftar sebelum memastikan jenis tes, minimum skor total, minimum setiap komponen, dan masa berlaku sertifikat pada tanggal penutupan aplikasi.

Contoh Kebijakan pada Beasiswa Populer

  • Beasiswa LPDP: Ketentuan umum LPDP 2026 untuk magister luar negeri mencantumkan TOEFL iBT 80, IELTS 6.5, PTE Academic 58, atau Duolingo English Test 120. Untuk doktor luar negeri, ketentuan umumnya lebih tinggi, yaitu TOEFL iBT 94, IELTS 7.0, PTE Academic 65, atau Duolingo 130. Angka dapat berbeda untuk program afirmasi atau skema khusus. Pelajari juga strategi persiapan beasiswa LPDP dan tetap jadikan panduan resmi LPDP 2026 sebagai acuan utama.
  • Australia Awards Scholarships (AAS): AAS menerima beberapa jenis tes, termasuk IELTS, TOEFL, dan PTE Academic. Batas skor dapat berbeda menurut kategori pelamar dan tahap seleksi, sehingga periksa persyaratan Australia Awards Indonesia untuk tahun pendaftaran Anda.
  • Beasiswa Fulbright (AMINEF): Persyaratan Fulbright Master’s Degree Scholarship 2026 mencantumkan minimum TOEFL ITP 550, TOEFL iBT 80, IELTS 6.5, atau Duolingo 125. Persyaratan program Fulbright lain dapat berbeda; lihat halaman resmi AMINEF.
  • Beasiswa Chevening (UK): Chevening menghapus persyaratan bahasa Inggris internalnya sejak 2020. Namun, pelamar tetap harus memenuhi ketentuan setiap universitas dan memperoleh setidaknya satu unconditional offer pada batas waktu yang ditentukan. Kebijakan ini dijelaskan dalam FAQ resmi Chevening.

Konversi Skor: Nilai TOEFL 500 Setara IELTS Berapa?

Banyak pendaftar beasiswa mencari tabel konversi untuk menyamakan skor TOEFL ITP 500 atau 550 ke dalam Band Score IELTS. Perlu dipahami secara tegas bahwa tidak ada konversi resmi yang setara antara TOEFL ITP dan IELTS karena komponen keterampilan yang diuji sangat berbeda.

TOEFL ITP hanya menguji Listening Comprehension, Structure and Written Expression, serta Reading Comprehension, tanpa menguji kemampuan berbicara dan menulis esai. Sementara itu, IELTS dan TOEFL iBT mengevaluasi Listening, Reading, Writing, dan Speaking secara lengkap.

ETS menyediakan tabel perbandingan antara TOEFL iBT dan IELTS Academic. Pada tabel untuk tes TOEFL yang diambil sejak 21 Januari 2026, IELTS Overall 6.5 dibandingkan dengan TOEFL iBT Overall 4.5 pada skala baru. Namun, perbandingan ini bukan jaminan bahwa sebuah kampus atau beasiswa akan menerima kedua skor tersebut dengan batas yang sama.

Kesimpulannya: jangan mengubah skor TOEFL ITP menjadi IELTS untuk membuktikan kelayakan administrasi. Ikuti jenis tes dan skor minimum yang tertulis pada panduan resmi. Untuk TOEFL iBT 2026, gunakan skor 1–6 dan skor pembanding 0–120 yang tercetak pada laporan resmi, bukan hasil konversi dari situs pihak ketiga.

Adakah Beasiswa Luar Negeri Tanpa Syarat TOEFL dan IELTS?

Peluang beasiswa luar negeri tanpa lampiran sertifikat TOEFL iBT atau IELTS memang tersedia pada skema tertentu, namun ketentuannya sangat bergantung pada bahasa pengantar program studi, kebijakan universitas, dan aturan sponsor beasiswa.

Beberapa skema menyediakan jalur kuliah dengan bahasa pengantar lokal dan kelas persiapan bahasa sebelum perkuliahan. Ada pula universitas yang memberikan pengecualian (waiver) jika studi sebelumnya sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris dan dapat dibuktikan melalui surat English Medium of Instruction (EMI). Kebijakan tersebut tidak berlaku otomatis di semua kampus. Periksa persyaratan program satu per satu atau baca panduan beasiswa S2 luar negeri tanpa TOEFL dan IELTS.

FAQ IELTS dan TOEFL untuk Beasiswa

Apakah IELTS lebih mudah daripada TOEFL?

Tidak ada tes yang secara objektif lebih mudah untuk semua orang. IELTS dapat terasa lebih nyaman bagi peserta yang menyukai percakapan langsung dengan examiner. TOEFL iBT dapat terasa lebih cocok bagi peserta yang terbiasa mengetik, memakai komputer, dan berbicara melalui mikrofon. Cobalah simulasi keduanya sebelum menentukan pilihan.

Untuk beasiswa harus mengambil IELTS Academic atau General Training?

Untuk pendaftaran universitas dan sebagian besar beasiswa pendidikan tinggi, tes yang biasanya diminta adalah IELTS Academic. IELTS General Training lebih umum digunakan untuk kebutuhan migrasi, pelatihan, atau pekerjaan. Tetap ikuti jenis tes yang tertulis pada persyaratan program.

Apakah LPDP menerima IELTS dan TOEFL?

Ya. LPDP menerima IELTS dan beberapa jenis TOEFL, tetapi jenis tes serta skor minimumnya bergantung pada jenjang, tujuan studi, dan skema beasiswa. Untuk ketentuan umum 2026, TOEFL ITP digunakan pada sejumlah pendaftaran dalam negeri, sedangkan pendaftaran luar negeri umumnya mencantumkan TOEFL iBT atau IELTS.

Apakah TOEFL ITP bisa digunakan untuk beasiswa luar negeri?

Bisa pada program atau tahap tertentu, tetapi penerimaannya lebih terbatas daripada TOEFL iBT. Fulbright Indonesia, misalnya, menerima TOEFL ITP untuk pendaftaran program tertentu. Untuk admisi langsung ke universitas luar negeri, selalu cek apakah kampus meminta TOEFL iBT, IELTS Academic, atau tes lain.

Berapa lama skor IELTS dan TOEFL berlaku?

Skor TOEFL iBT berlaku selama dua tahun sejak tanggal tes. IELTS juga merekomendasikan masa penggunaan dua tahun, meskipun keputusan akhir tetap berada pada lembaga penerima. Pastikan skor masih berlaku saat batas akhir pendaftaran atau pada tanggal lain yang ditetapkan beasiswa.

Apakah hasil IELTS Prediction bisa digunakan untuk mendaftar beasiswa?

Umumnya tidak. IELTS Prediction digunakan untuk latihan dan memperkirakan kemampuan awal, bukan sebagai pengganti IELTS Academic resmi. Gunakan hasil prediction untuk menyusun target belajar sebelum mengambil tes resmi yang dipersyaratkan.

Sumber resmi yang digunakan

Kesimpulan: Siapkan Strategi Belajar Sesuai Target Anda

Tidak ada pemenang mutlak dalam perbandingan IELTS dan TOEFL untuk beasiswa. Tes yang tepat adalah tes yang diterima oleh beasiswa serta universitas tujuan dan paling sesuai dengan cara Anda menunjukkan kemampuan bahasa Inggris. Sebelum menjadwalkan ujian untuk pendaftaran beasiswa S2 luar negeri 2027, baca kembali panduan terbaru dari penyelenggara dan halaman admisi program studi.

Karena biaya ujian resmi mencapai jutaan rupiah, petakan kemampuan awal terlebih dahulu melalui simulasi seperti Tes IELTS Prediction. Hasil prediction hanya berfungsi sebagai evaluasi latihan dan bukan pengganti sertifikat resmi. Setelah mengetahui kelemahan pada setiap bagian, lanjutkan dengan kursus persiapan tes bahasa Inggris yang sesuai target skor Anda.

Persiapan Beasiswa Impian

Raih Skor IELTS dan TOEFL Target Beasiswa Anda Bersama Golden English!

Jangan biarkan kendala skor bahasa Inggris menghambat langkah Anda meraih Letter of Acceptance (LoA) dan beasiswa luar negeri. Mulai dari bimbingan intensif hingga pendaftaran ujian resmi, tim akademik kami siap mendampingi Anda.