“Saya mau belajar bahasa Inggris, tapi kapan? Pulang kerja jam 8 malam, weekend ada keluarga, pagi-pagi sudah rush ke kantor,” keluh Andi, supervisor produksi di perusahaan manufaktur. Sound familiar? Hampir 85% karyawan di Indonesia mengalami dilema yang sama – aware bahwa English skills penting untuk career development, tapi struggle finding time dan energy untuk consistent …
In – Company Training
Customer Service Gabisa Bahasa Inggris: Impact Satisfaction
“Customer service kalian sangat mengecewakan. Saya sudah 3 kali telephone tapi tidak ada yang bisa explain dengan proper. Saya akan cancel kontrak dan pindah ke competitor,” tulis email complaint dari client Malaysia ke PT. Prima Service. Yang menyakitkan, produk mereka sebenarnya excellent dan harganya competitive. Tapi karena tim customer service gabisa bahasa Inggris dengan baik, …
Tim Finance Lemah English: Risiko Perusahaan Global
CFO PT. Makmur Global hampir kehilangan kesempatan listing di bursa efek Singapura karena presentation budget dan financial forecast yang disampaikan tim finance kurang meyakinkan. Bukan karena angka-angkanya salah, tapi karena explanation yang tidak clear dan confidence yang rendah saat menjawab pertanyaan investor internasional. “Tim finance saya sangat kompeten dalam analisis dan perhitungan,” kata sang CFO. …
10 Phrasal Verbs Wajib Untuk Conversation Sehari-hari
“The meeting was called off” kata manager Anda dalam email. Anda tahu “call” artinya menelepon dan “off” artinya mematikan. Tapi kenapa “called off” artinya meeting dibatalkan? Inilah keunikan phrasal verbs – kombinasi verb + particle yang menciptakan makna completely different dari kata dasarnya. “Call off” bukan tentang telepon, tapi tentang cancellation. Native speakers menggunakan phrasal …
Tantangan HR: English Skills Karyawan di Era Remote
Sarah, HR Manager di perusahaan retail fashion Jakarta, mengalami dilema yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Sejak pandemic mendorong perusahaan adopt hybrid working model, tim customer service yang handle international clients jadi struggle parah. Yang tadinya bisa rely pada body language dan visual cues saat face-to-face interaction, sekarang harus purely depend pada verbal communication dalam bahasa …

